Mencoba Kanban dengan Trello

Selama satu tahun belakangan saya mencoba menggunakan Trello untuk membantu projek pembangunan aplikasi. Saya juga sempat mencoba install di EC2, Kanboard, aplikasi Kanban gratis. Bagus sih, mungkin cocok untuk private system, untuk kantor, tapi kurang praktis, akhirnya saya balik pakai layanan Kanbannya Trello.

Tunggu dulu. Mungkin ada yang belum tau apa itu Kanban atau Trello mungkin? Sekilas saja, Kanban, bahasa jepang yang artinya papan iklan/pengumuman. Jadi alat bantu Kanban card ini yang awalnya digunakan oleh Toyota untuk meningkatkan sistem produksi di pabrik mereka. Banyak orang menggunakan alat bantu ini sebagai metode task management. Sedangkan Trello adalah website yang memberikan layanan gratis untuk membuat electronic Kanban atau e-Kanban yang dapat digunakan baik untuk pribadi atau group/tim, sangat membantu sebagai alat kolaborasi.

trello-kanban

Sebenarnya banyak orang sudah lama menggunakannya metode ini secara manual dengan papan tulis dan kartu atau post-it. Mungkin karena dengan istilah Kanban jadi seperti jap culture gitu hehehe. Kemudian versi elektroniknya, versi web, apalagi sekarang juga sudah ada versi mobilenya, yang membuat jadi makin ngetren.

Sebenarnya Kanban ini dapat dipakai dibanyak jenis pekerjaan. Dan khususnya untuk penggunaan di software develoment, ternyata ini cukup membantu untuk mengatur detil pekerjaan. Apalagi kalau Anda suka multitasking, ini sangat membantu mengingatkan detil pekerjaan mana saja yang sedang Anda kerjakan.

Seperti to do list, tetapi dibagi menjadi beberapa bagian kolom jenis workflow atau alur kerja atau status pekerjaan. Ini yang membuat to do list lama Anda jadi terlihat seperti teknik jadul. Saya kurang pasti perbedaan model Kanban di Trello dengan Kanban aslinya seperti apa. Mungkin ada banyak versi-versi Kanban lainnya. Kekuatan Kanban adalah sebagai berikut; memvisualisasi dan mengatur alur kerja, memisahkan jadi detil pekerjaan, membatasi pekerjaan yang sedang dikerjaan (work in progress), dan apa pekerjaan berikutnya.

Mau bikin personal Kanban? Silakan mencoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *